Senin, 08 April 2019


TUGAS  SOFTSKILL
SISTEM  PENGATURAN  PINTU  AIR
    
     Algoritma Dan Pemrograman Kasus Teknik Elektro



JURUSAN  TEKNIK  ELEKTRO
FAKULTAS  TEKNOLOGI  INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2019
PENDAHULUAN
Bencana banjir yang sering terjadi di Indonesia, hal tersebut berdampak langsung dengan daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai. Ketika musim penghujan banyak kawasan perumahan, perkebunan ataupun persawahan yang mengalami kebanjiran, maka dari itu perlu dibuat sistem pengolahan air untuk mengurangi dampak dari banjir tersebut. Salah satu cara pengendalian debit air adalah dengan membuat suatu bendungan atau waduk. Bendungan adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik serta untuk pemanfaatan segala keperluan sektor-sektor yang menyangkut air. Oleh karenanya pengawasan terhadap bendungan perlu dilakukan agar pemanfaatannya dapat dirasakan terus-menerus. Kebanyakan bendungan juga memiliki bagian yang disebut pintu air yang berfungsi untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan sesuai dengan keadaan volume air yang ada pada bendungan itu.
Alangkah baiknya apabila pengendalian pintu air pada bendungan atau waduk bekerja secara otomatis karena perubahan volume air yang selalu berubah-ubah dalam periode waktu yang tidak menentu. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alat pengendali yang dapat mengukur ketinggian air sekaligus dapat membuka dan menutup pintu air secara otomatis. Dengan sistem yang otomatis ini, faktor kelalaian yang sering terjadi pada manusia pun dapat dihindari, seringnya penjaga pintu kanal banjir lalai dalam mengendalikan pintu kanal banjir menyebabkan volume air yang tidak stabil, akibatnya sering terjadi kerusakan pada lingkungan. Dengan alat ini maka pengendalian volume air akan semakin mudah dan stabil.
Merancang 4 buah pintu air otomatis pada 1 buah bendungan utama dan 2 buah bendungan pembuangan. Dimana 2 buah pintu pada bendungan utama akan pembuangan air pada bendungan utama ke 2 buah bendungan pembuangan. Selain itu alat ini juga bertujuan untuk mengatur agar ketinggian air pada bendungan utama selalu berada pada ketinggian yang telah ditentukan. Proses buka/tutup pintu air berdasarkan level ketinggian air dan laju debit air yang mengalir pada bendungan. Untuk menghitung laju debit air menggunakan metode pengukuran Timed Grafimetric. Debit aliran merupakan jumlah volume air yang mengalir dalam waktu tertentu melalui suatu penampang air, sungai, saluran, pipa atau kran.
Aliran air dikatakan memiliki sifat ideal apabila air tidak dapat dimanfaatkan dan berpindah tanpa mengalami gesekan, hal ini berarti pada gerakan air tersebut memiliki kecepatan yang tetap pada masing-masing titik dalam pipa dan gerakannya beraturan akibat pengaruh gravitasi bumi. Pengukuran merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam suatu sistem pengolahan air.
Pada prakteknya, terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui debit air pada saluran terbuka, diantaranya: 1. Dilution 2. Timed Gravimetric 3. Weir atau flume 4. Area velocity Dari beberapa teknik pengukuran diatas penulis menggunakan metode pengukuran Timed Grafimetric, alasannya karena pada metode ini cara pengukurannya sangat sesuai untuk digunakan pada pengujian yang akan dilakukan dengan menggunakan wadah yang telah diketahui volumenya kemudian dilakukan pengukuran waktu yang diperlukan untuk mengosongkan bak penampungan tersebut menggunakan stopwatch.

Diagram Blok
Diagram blok sistem berfungsi untuk menggambarkan sistem pengontrolan pintu air secara keseluruhan dimana sistem pengontrolan pintu air ini terdiri dari suplai daya, mikrokontroler, driver motor, motor DC, sensor ketinggian dan pintu air.




Gambar 3.1. Diagram blok perancangan sistem keseluruhan

Cara kerja yang ditunjukkan pada diagram blok Gambar 3.1 yaitu pertama LCD menampilkan menu untuk mengatur set point sebagai patokan dari ketinggian air pada bendungan. Tombol naik, tombol turun, tombol kembali dan tombol lanjut merupakan tombol untuk mengatur set point sebelum sistem berjalan dengan otomatis. Setelah selesai maka mikrokontroler akan menyimpan data hasil pengaturan dan sensor ketinggian langsung bekerja dan mengukur ketinggian dari air. Sensor 1 pada bendungan utama, sensor 2 pada bendungan pembuangan kiri sedangkan sensor 3 pada bendungan pembuangan kanan.
Hasil dari pembacaan sensor tersebut akan diolah oleh mikrokontroler dan langsung di display di LCD. Tahapan berikutnya yaitu pintu air otomatis. Untuk buka/tutup pintu air menggunakan motor DC. Pada rancangan ini menggunakan 4 buah motor DC yaitu motor 1 (pintu kanan) dan motor 2 (pintu kiri) digunakan untuk buka/tutup pintu air dari bendungan utama sedangkan motor 3 dan 4 digunakan untuk buka/tutup pintu air ke 2 buah bendungan pembuangan.


Perancangan Sistem
Perancangan dan pembuatan alat dibagi menjadi dua tahap, yaitu: pembuatan perangkat keras (hardware) dan tahap perancangan perangkat lunak (software). Perancangan perangkat keras yang dimaksud adalah sistem pengontrolan pintu air dengan menggunakan mikrokontroler, sedangkan perancangan perangkat lunak adalah pembuatan program menggunakan Code Vision AVR yang kemudian program tersebut di download ke dalam mikrokontroler. Sistem pintu air otomatis memiliki fungsi untuk memilih salah satu dari 2 buah pintu air yang akan dibuka pada bendungan utama apabila ketinggian air pada bendungan utama melebihi set point.
Cara pemilihan pintu air pada bendungan utama tergantung dari ketinggian air yang dibaca oleh sensor pada 2 buah bendungan pembuangan. Sedangkan pengukuran ketinggian air dilakukan pada 3 titik pengukuran yaitu bendungan utama dan 2 bendungan pembuangan. Data hasil pengukuran tersebut juga bisa mengendalikan pintu air secara otomatis, jika pembacaan sensor melebihi set point maka pintu air akan membuka secara otomatis. Besar dan lama pembukaan pintu air tergantung dari seberapa besar ketinggian air yang dibaca oleh sensor melebihi setpoint.

Secara umum gambaran dari riancangan bendungan pada alat ini dapat dilihat pada Gambar 3.2.


Gambar 3.2 merupakan gambar dari rancangan bendungan dimana ukuran dari bendungan utama adalah untuk panjangnya 50 cm, lebarnya 30 cm dan tingginya 30 cm, sedangkan untuk bendungan pembuangan panjangnya 12 cm, lebarnya 12 cm dan tingginya 20 cm. Ukuran dari pintu air pada bendungan utama adalah 10 x 30 cm, sedangkan pada bendungan pembuangan ukuran dari pintunya adalah 8 x 20 cm. Pada tiap bendungan memiliki 1 buah sensor yang berfungsi untuk mengukur ketinggian air.





Gambar 3.3 merupakan bentuk rancangan dari sistem kontrol pada pintu air otomatis.
Perancangan sistem kontrol pada pintu air otomatis terdiri dari:
1. Sistem minimum mikrokontroler ATMega8525 yang berfungsi sebagai sistem yang memberi perintah pada pintu untuk membuka atau penutup pintu air dan membaca hasil dari bacaan sensor ketinggian air.
2. Power supply berfungsi sebagai sumber tegangan untuk menghidupkan semua sistem. 1 2 3 4 Sensor 2 Sensor 1 Sensor 3 LCD Power Supply Sismin Mikrokontroler Driver Motor Tombol 21
3. 2 buah driver motor DC yang berfungsi sebagai pemberi catu daya pada motor karena output dari sensor sangat kecil sehingga perlu diberi catu daya dari luar agar motor dapat berputar.
4. LCD berfungsi untuk menampilkan ketinggian air pada ketiga bendungan.
5. 4 buah tombol, yaitu tombol untuk menaikkan nilai, tombol untuk menurunkan nilai, tombol kembali dan tombol lanjut yang berfungsi untuk mengatur posisi pintu dan nilai dari set point


FLOWCHART




Dari flowchart pada Gambar 3.11 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Start dilakukan dengan cara menghidupkan tombol switch On/Off.
2. Langkah selanjutnya mikrokontroler akan mulai proses inisialisasi program untuk menentukan berapa nilai dari set point pada bendungan utama dan bendungan pembuangan.
 3. Setelah inisialisasi program maka sensor 1 (sensor yang membaca ketinggian air pada bendungan utama), sensor 2 (sensor yang membaca ketinggian air pada tempat pembuangan 1) dan sensor 3 (sensor yang membaca ketinggian air pada tempat pembuangan 2) memulai proses pengukuran ketinggian air.
4. Sistem akan menghitung nilai error dengan cara mengurangi nilai dari set point pada bendungan utama dengan nilai keluaran dari sensor 1.
5. Setelah menghitung nilai error maka sistem akan menentukan seberapa besar pembukaan pintu air pada bendungan utama.
6. Jika pembacaan dari sensor 1 lebih besar daripada nilai set point maka pintu air akan terbuka tapi sebelum membuka pintu sistem terlebih dahulu akan menentukan pintu mana yang akan dibuka berdasarkan pembacaan dari sensor 2 dan sensor 3. Apabila pembacaan dari sensor 2 lebih besar dari sensor 3 maka pintu 2 (pintu yang akan menyalurkan air pada tempat pembuangan 2) akan terbuka, sedangkan jika pembacaan dari sensor 2 lebih kecil dari sensor 3 maka pintu 1 (pintu yang akan menyalurkan air pada tempat pembuangan 1) yang akan terbuka dan apabila pembacaan dari sensor 2 dan sensor 3 sama, maka kedua pintu akan terbuka.
7. Setelah pintu membuka maka sistem akan memberikan waktu jeda tergantung dari seberapa besar error, setelah ketinggian air mendekati set point maka pintu akan menutup kembali secara otomatis.
8. Jika pembacaan dari sensor 1 lebih kecil daripada nilai set point maka pintu air akan tertutup.
9. Jika pembacaan dari sensor 1 sama dengan nilai set point maka pintu air akan tetap pada posisi sebelumnya. 29
10. Sistem akan melakukan proses selama berulang-ulang untuk mengendalikan ketinggian air pada bendungan utama. 11. Apabila sensor tidak lagi melakukan pengukuran ketinggian air maka proses selesai.




Senin, 04 Februari 2019


PROPOSAL INSTALASI LISTRIK RUMAH TIPE 70

                                      Description: C:\Users\Dika\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\4A9EB0A2.tmp




JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2019


Dengan Hormat.


Dengan ini kami bermaksud memperkenalkan tim installer kami , kepada Bapak / Ibu pemilik rumah / Owner.
Kami adalah installer yang bergerak di bidang jasa pemasangan instalasi listrik yang berpengalaman melakukan pemasangan instalasi listrik di perumahan, gedung, perkantoran atau pertokoan. Karena itu kami mengajukan permohonan pemasangan instalasi listrik, pada bangunan rumah tinggal yang sedang di kerjakan, Sehubungan hal itu, kami mengajukan penawaran untuk pemasangan instalasi listrik sesuai bidang kami. Harapan kami, penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama, sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak, dengan rancangan instalasi rumah , beban listrik dan juga perician harga barang .
Berikut Denah Dan Rencana Pemasangan Intalasi Listriknya :
Description: D:\Documents\tipe70.jpg

Material :
1. Kabel Phasa Hitam = NYY / NYM 1,5 mm
2. Pipa Conduit = Clipsal
3. 8 Buah Saklar Tunggal dan 6 Buah  Stop Kontak = Broco
4. 4 buah Lampu Neon (TL) = Phillips / setara
5. 9 Buah Lampu Pijar = Phillips
6. 1 Mcb 9 Ampere
7. 1 Kwh
8.  Kabel Netral Biru = NYY / NYM 1,5 mm
9.  3 Buah Saklar Seri/Ganda = Broco
10. 6 Buah Stop Kontak
Biaya Dari Setiap Komponen :
1 . Lampu Neon 40 Watt = 27.900  x 4 = 111.600
2. Kabel Phasa Hitam
    NYY 50M = 322.000
    NYM 50M = 293.000
3. Kabel Netral Biru
     NYY 50M = 322.000
     NYM 50M = 293.000
4. Lampu Pijar = 8500 x 9 = 76.500
5. Saklar Tunggal = 35.000 x 8 = 280.000
6. Saklar Seri =  17.500 x 3 = 52.500
7. Stop Kontak = 16.400 x 6 = 98.400
8. Mcb = 8 Ampere

Pembagian Daya :
      Stop Kontak 2 = 100 Watt (Kipas)
      Stop Kontak 2 = 100 Watt (Kipas)
      Stop Kontak 4= 120 Watt (Tv)
      Stop Kontak 5 = 250 Watt (mesin Cuci)
      Stop Kontak 6 = 300 Watt ( Rice Cooker)
   

     Lampu Neon 2  = 40 Watt
      Lampu Neon  3  = 40 Watt
     Lampu Neon 4  = 40 Watt

      Lampu Pijar 2  = 10 watt
      Lampu Pijar 3  = 10 Watt
      Lampu Pijar 4  = 10 Watt
      Lampu Pijar 5 = 10 Watt
      Lampu Pijar 6 = 10 Watt
      Lampu Pijar 7 = 10 Watt
      Lampu Pijar 8 =  10 Watt
      Lampu Pijar 9 = 10 Watt

Perhitungan Daya Listriknya :
 Stop Kontak 1 = 100 Watt (kipas)
 Stop Kontak 2 = 100 Watt (Kipas)
 Stop Kontak 3 = 100 Watt (Kipas)
 Stop Kontak 4 = 120 Watt (Tv)
 Stop Kontak 5 = 250 Watt (mesin Cuci)
 Stop Kontak 6 = 300 Watt ( Rice Cooker)
 Jadi Daya Yang Di pake Di semua Stop Kontak = 1.010 Watt
  
 Lampu Neon  1 = 40 Watt
 Lampu Neon 2  = 40 Watt
 Lampu Neon 3  = 40 Watt
 Lampu Neon 4 = 40 Watt
 Jadi Daya Yang Di pake Di semua Lampu Neon = 160 Watt
  

Lampu Pijar 1   = 15 Watt
Lampu Pijar 2  = 10 watt
Lampu Pijar 3  = 10 Watt
Lampu Pijar 4  = 10 Watt
Lampu Pijar 5 = 10 Watt
Lampu Pijar 6 = 10 Watt
Lampu Pijar 7 = 10 Watt
Lampu Pijar 8 =  10 Watt
Lampu Pijar 9 = 10 Watt
Jadi Daya Yang di pake di semua Lampu Pijar = 90 Watt
   
Jadi Daya Yang di pake di semua komponen Instalasi Listrik Rumah Tipe 70 adalah
    1.010 Watt + 80 Watt + 155 Watt = 1.210 Watt                            

Lampiaran Biaya Berdasarkan Harga Yang di survei :
Gambar 1
Prosedur  pelaksanaan :

1. Owner menghubungi kami.
2. Kami akan meminta untuk dikirimkan gambar denah / layout bangunan via email
3. Kami akan melakukan survey
4. Kami akan melakukan perhitungan / estimasi pekerjaan
5. Mengirimkan hasil estimasi, Surat penawaran berserta gambar denah / layout Instalasi Listrik kepada owner
6. Penawaran disetujui
7. Penyelesaian pekerjaan.
8. Serah terima pekerjaan disertai gambar

Lingkup Pekerjaan :
1. Jasa Pemasangan Instalasi Listrik Penerangan rumah tinggal, Apartemen, Gudang, Kantor, Ruko, Toko.
2. Jasa pemasangan Instalasi Grounding.
3. Jasa pemasangan Instalasi Kabel Data.
4. Jasa pemasangan Instalasi Kabel telephone

Gambar 2

Gambar 3
Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6






Sabtu, 15 Desember 2018


TUGAS  SOFTSKILL
EKONOMI TEKNIK
SOAL
1.    Jelaskan mengenai istilah-istilah yang digunakan pada nilai ekivalensi !
2.    Jelaskan metode/teknik yang digunakan pada masing-masing istilah tersebut !
3.    Berikan contoh kasus dan penyelesaiannya pada masing-masing istilah tersebut !
4.    Berikan contoh untuk ekivalensi nilai tahunan dan ekivalensi nilai sekarang !

JAWABAN
      1.    Pada nilai ekivalensi istilah-istilah yang digunakan adalah:
Ø  Pv       = Present Value (Nilai Sekarang)      
Ø  Fv        = Future Value (Nilai yang akan datang)   
Ø  An       = Anuity
Ø  I           = Bunga (i = interest / suku bunga) 
Ø  n          = Tahun ke-
Ø  P0        = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
Ø  SI        = Simple interest dalam rupiah


Pengertian dari setiap istilah tersebut:

a.    Present Value (Nilai Sekarang)
Nilai Sekarang (present value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang/satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

b.    Future Value (Nilai Yang Akan Datang)
Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

c.    Annuity (Anuitas)
Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Annuity dapat dibagi menjadi dua yaitu annuity nilai sekarang dan annuity nilai masa datang.

d.    Bunga adalah uang yang dibayarkan atau dihasilkan dari penggunaan uang. Bunga dapat dibagi menjadi dua yaitu Simple Interest dan Compound Interest.

e.    Waktu(n) adalah nilai yang menunjukan waktu dalam rumusan perhitungan present value, future value, interest, maupun annuity. Waktu ini sangat penting karena menyangkut lamanya investasi berjalan dan sebagai acuan untuk perhitungan keuntungan dari hasil investasi tersebut.

f.     Investasi Awal (Po) adalah nilai uang yang diberikan sebagai bagian dari saham. Investasi awal akan sangat menentukan hasil dari investasi yang kelak akan didapatkan. Untuk menentukan investasi awal juga perlu memperhatikan suku bunga dan lamanya waktu berinvestasi. Dalam rumus perhitungan, Po biasanya akan dihitung bersamaan untuk menentukan bunga sederhana atau Simple Interest.

g.    Simple Ineterst / SI (Bunga Sederhana) adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan hanya dari jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang dipinjamkan atau dipinjam. Compound Interest (Bungan Berbunga) Adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan dari bunga yang dihasilkan sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan.


        2.    Metode yang digunakan dalam istilah ekivalensi

a.    Single Payment
      Single payment disebut cash flow tunggal dimana sejumlah uang ini sebesar “P” (present) dijinjamkankan kepada seseorang dengan suku bunga sebesar “i” (interest) pada suatu periode “n”, maka jumlah yang harus dibayar sesuai uang pada periode “n” sebesar “F” (future). Nilai “F” akan di ekivalensi dengan “P” saat ini pada suku bunga “i”. Dengan rumus:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhADSqixX46grw8g7Kb-_SQ0i7v1NbyaE0GNil6C4mkknbTS08Pc8tv4Dl5xfNPRpMVNKt7SFKffX852gKcGjK2vV0INJ4A5eBa7mOk_qA2YzSQFKQcN3Ea3fiKPH9vUqDvK0HstkhcUISB/s1600/images.jpeg

Jika dibalik, misalnya F diketahui dan P yang dicari maka hubungan persamaannya menjadi:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiblgyfCvTBmWsQ-iBFbml9MANXL5CmITB8Oc2O8asOzpqOVaLW-f0VRyUP7KDZtJryoPrHHSZ-Ofax-1qP4CK363u2UE6InAYQv3wGGnWcLjulgKTCowKpCnV23BdDIEOsBFoQQ-H6TKga/s320/rumus-cash-flow-future.png



b.    Annual Cash Flow (Uniform Series Payment)
      Metode annual cash flow diaplikasikan untuk suatu pembayaran yang sama besarnya tiap periode untuk jangka waktu yang lama, seperti mencicil rumah, mobil, motor dan lainya. Grafik annual cash flow di gambarkan dalam bentuk grafik dibawah ini:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB4nowhq8WBqnbsTvsOpG7gs17SU8PGCOB7r-hl5sW5uEIQwHSZP5EfLRoGliEREk5ccJBMyePz7Rq6aftBTcRDYpF03Vx2dVXAPHsxkt-mjpGPNs6ifz5KWB_EmOyTCj05Ur3feOELysB/s320/annual-cashflow.png


        3.    Contoh kasus pada setiap istilah tersebut:

a.    Present Value (Nilai Sekarang)
PV = FV / [1+i]n        
dimana:
FV       = Nilai yang akan datang;
I           = suku bunga;
N         = jumlah tahun ke-n

Contoh Soal:
Seorang insinyur teknik elektro menabung uangnya untuk biaya apabila nanti perusahannya membutuhkan dana untuk penambahan alat. Dengan memperhatikan suku bunga 12% berapa jumlah uang harus ditabung agar dalam waktu 5 tahun insinyur tersebut mendapatkan uang sebesar Rp.50.000.000,- ?

Penyelesaian:
PV = FV / [1+i]n
PV = 50.000.000 / [1+12%]5
PV = 50.000.000 / 1,762
PV = Rp.28.371.343,-







b.    Future Value (Nilai Yang Akan Datang)
FV = PV [1+i]n          
dimana:
PV       = Nilai sekarang;
I           = suku bunga;
N         = jumlah tahun.

Contoh soal:
Seorang peneliti membutuhkan dana untuk penelitiannya di 8 tahun kedepan. Apabila dia menginvestasikan uangnya saati ini sebesar Rp.19.000.000,- berapa uang yang akan didapatkan untuk penelitiannya dengan tingkat suku bunga sebesar 10% ?

Penyelesaian:
FV = PV [1+i]n
FV = 19.000.000 [1+10%]8
FV = 19.000.000 [ 2,143]
FV = Rp.40.717.000,-

c.    Anuitas

Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan sebagai jangka waktu anuitas.
                        PVAn = A [(S (1+i)n ] = A [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]
Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.
                                           FVAn = A [(1+i)n – 1 ] / i
Dimana A merupakan pembayaran atau pembayaran setiap periode (Annuity)

Contoh soal:
Seorang mahasiswa melakukan sebiah penelitian mengenai alat pendeteksi logam berat untuk dipakai di lautan. Alat tersebut membutuhkan dana sebesar Rp.10.000.000,- yang dapat diangsur proses pembayarannya selama 8 tahun. Dengan suku bunga 10%, berapakah jumlah uang yang harus disediakan oleh mahasiswa tersebut tiap tahunnya?

Penyelesaian:
FV = A [(1+i)n-1] / i
A = [FV] [i] / [(1+i)n-1]
A = [10.000.000] [10%] / [(1+10%)8-1]
A = [1.000.000] / [1,143]
A= Rp.874.890,-
d.    Bunga
SI = P0(i)(n)

Contoh soal:
Seorang mahasiswa menginvestasikan uangnnya untuk keperluan kuliah selama 4 tahun. Jika ia berinvestasi sebesar Rp.500.000,- dengan suku bunga sebesar 15%, berapakah bunga yang akan didapat mahasiswa tersebut?

Penyelesaian:
SI = Po (i) (n)
SI = 500.000 (15%) (4)
SI = Rp.300.000,-

e.    Waktu (n)

Contoh soal:
Seorang pengusaha menginvestasikan uangnya sebesar Rp.20.000.000,- jika pengusaha tersebut menginginkan agar uangnya menjadi Rp.62.116.000,- berapa lama ia harus menginvestasikan uangnya dengan mempertimbangkan suku bunga sebesar 12% ?

Penyelesaian:
Dalam hal ini kita dapat menggunakan rumus future value:
FV = PV  [1+i]n
62.116.000 = 20.000.000 [1+12%]n
3,1083 = [1,12]n
n = 1,12log 3,1083
n = 10

Jadi pengusaha tersebut harus menginvestasikan uangnya selama 10 tahun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

f.     Investasi Awal (Po)

Contoh Soal:
Seseorang mendapatkan bunga sebesar Rp.5.000.000,- dari hasil investasinya. Dengan suku bunga sebesar 12% dan waktu insesatasi selama 12 tahun, tentukanlah investasi awal yang diberikan oleh orang tersebut!

Penyelesaian:
SI = Po [i] [n]
5.000.000 = Po [12%] [12]
Po = 5.000.000 / 1,44
Po = Rp.3.472.222,-
       4.    Berikut contoh untuk ekivalensi nilai tahunan dan ekivalensi nilai sekarang.

Contoh Ekivalensi Nilai Tahunan

CV “Mandiri” memerlukan sebuah mesin dengan spesifikasi teknis tertentu. Ada 2 alternatif pompa yang memenuhi persyaratan yaitu mesin X dan mesin Y, dengan data-data sebagai berikut:

Bila MARR= 20% per tahun, mesin yang mana yang sebaiknya dipilih?

Penyelesaian:
-- Mesin X :
P=400jt, Fsisa = 200jt, n= 8 thn, A= 90jt, i=20%
Ax = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
Ax = 400jt (A/P,20%,8) + 90jt – 200jt (A/F,20%,8)
Ax = 400jt (0,26061 ) + 90 jt – 200jt (0,06061)
Ax = 104.244.000 + 90.000.000 –12.122.000
Ax = Rp. 182.122.000

-- Mesin Y :
P = 700jt, Fsisa = 400jt, A= 40jt, n=12, i=20%
Ay = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
Ay = P (A/P,20%,12) + A – Fsisa(A/F,20%,12)
Ay = 700 juta x 0,22526 + 40 juta - 400 juta x 0,02526
Ay =157.682.000 + 40.000.000 –10.104.000
Ay = 187.578.000


Keputusan :

Perbandingan EUAC :
Mesin X : Rp 182.122.000
Mesin Y : Rp. 187.578.000

Pilih Mesin X karena biayanya lebih murah.

Contoh Ekivalen Nilai Sekarang

PT. Telkom sedang mempertimbangkan keputusan untuk membeli alat Sistem Kontrol Telepon (kapasitas 1000 lines). Ada 3 vendor yang menawarkan alat tsb yaitu ATT, EWSD, NEAX. Jika diketahui MARR = 20%, vendor manakah yang sebaiknya dipilih? Karaketeriistik biaya alat dari ketiga Vendor tersebut adalah sebagai berikut (dalam ribuan US$):


Diketahui :
ATT : Pawal = 1.250.000 , A=40.000,F= 125.000
EWSD : Pawal = 1,1juta, A= 50.000, F= 110.000
NEAX : Pawal = 1 juta, A=60.000, F=100.000
i=20%, n = 15
Ditanyakan :
Vendor manakah yang sebaiknya dipilih?

Penyelesaian :
Vendor ATT :
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.250.000+40.000(P/A,20%,15) – 125.000(P/F,20%,15)
P = $1.250.000+40.000(5,8474)-125.000 (0,1229)
P = $1.468.534

Vendor EWSD :
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.100.000+50.000(P/A,20%,15) – 110.000 (P/F,20%,15)
P = $1.100.000+50.000(5.8474)-110.000(0,1229)
P = $1.378.581

Vendor NEAX:
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.000.000+60.000(P/A,20%,15) – 100.000 (P/F,20%,15)
P = $1.000.000+60.000(5,8474)-100.000(0,1229)
P = $1.338.554

Keputusan :
Minimize Cost -> Pilih Vendor NEAX

DAFTAR PUSTAKA